Autobiografi



Autobiografi adalah tulisan yang didalamnya berisi tentang pengalaman hidup seseorang mulai dari masa kecil sampai keadaan sekarang ini yang ditulis oleh dirinya sendiri (sudut pandang orang pertama).



STORY OF MY LIFE

Perkenalkan nama saya Nasyiyatul Islamiyah lahir di Palembang 27, November, 2004 dan ber-agama Islam. Terlahir dari keluarga yang sederhana ayah bernama Hardiyansi dan ibu bernama Lamiha, SE. juga adik perempuan bernama Wafiq Maghfirohtul .H.

Saya masuk PAUD di Palembang saat berumur 3 setengah tahun dan TK A juga di Palembang selama 2 tahun, kemudian lanjut TK B di Prabumulih,pada saat kondisi ekonomi keluarga yang sedang tidak stabil dan setelah selesai TK B, saya kembali melanjutkan sekolah dasar di Palembang SD Muhammadiyah 10. Teman dekat saya saat itu adalah Widya dan Dafa, hingga kenaikan kelas 4 saya kembali pindah sekolah ke Prabumulih SDN 51 kepindahan saya ke Prabumulih bersamaan juga dengan murid baru yang juga dari Palembang, namanya Mas Dina Ayu. Murid-murid disana bisa menerima kehadiran saya dengan senang hati, saya tinggal di Prabumulih bersama dengan Paman dan Bibi yang memiliki warung penghasilan mereka sehari-hari.
Banyak hal yang terjadi selama sekolah disana, saya sebelumnya tidak pernah melihat hal-hal seperti hantu tapi saya percaya dengan yang namanya hantu ketika mau sholat Maghrib dikamar, aku mendengar suara berasal dari dalam laci meja rias seperti suara tertawa terdengar 3 kali. Sehingga mengurungkan niat untuk sholat, sejak kejadian itu aku sholat bersama bibi. Kejadian aneh juga terjadi saat masih kelas 4 dimana sekolah kami akan kedatangan walikota Prabumulih Pak Ridho Yahya pada hari Kamis adalah hari aku piket kelas. Ketika itu aku terlambat sehingga disuruh piket menge-pel lantai dikelas, suasana kelas yang sepi karena semua murid berada diluar. Saat itu perasaan ku tidak enak sehingga hanya menge-pel lantai di depan saja, suasana kelas yang sunyi dan suara dari luar seperti meredup hingga mataku nampak kearah bangku bangku dimana berdiri sosok hitam yang sepertinya mengarah ke arahku. Pikiran seketika blank hingga beberapa detik tersadar sosok hitam itu hilang, dan aku segera menyelesaikan tugas piket dengan cepat dan keluar dari kelas.

Sejak saat itu aku mulai sering melihat penampakan, 'tangan, murid kelas 3, dan benda-benda di rumah yang berada di tempat berbeda padahal tidak ada orang di rumah'. Kesampingan hal itu, saya memiliki seorang teman bernama Oktia, ia seperti diasingkan oleh murid-murid dan saat jam istirahat ia hanya duduk depan pintu. Entah bagaimana saya mendekati nya dan akhirnya kami menjadi cukup dekat, saya juga dekat dengan Mas Dina Ayu yang menjadi teman sebangku. Tidak banyak hal yang menarik untuk di ceritakan, hingga saya naik kelas, setelah pulang sekolah saya akan bergegas ganti baju dan makan, kemudian bersiap untuk pergi ke tempat pengajian jam 2 dan pulang dari pengajian jam 5. Itu kegiatan setiap hari saya lakukan, ada kejadian menarik saat masih kelas 6, yaitu berita kematian adik kelas 3 karena dibunuh. Tentu saja berita seperti itu sampai dibuat berita koran, sudah beberapa kali sekolah kami masuk berita koran mulai berita baik dan kurang baik. Teman saya menjelaskan tentang pembunuhan siswa kelas 3 itu, awalnya siswa itu sering kali menendang mangkuk pengumpul getah di kebun pohon karet setiap pulang sekolah dan seorang pembunuh nya adalah perkerja di kebun pohon karet itu, dia merasa kesal hingga ketika siswa itu pulang melewati kebun pohon karet bersama dua temannya, laki-laki itu bilang ada keperluan dengan siswa tersebut dan menyuruh kedua temannya pulang terlebih dahulu. Dan saat kedua temannya pulang, dia langsung menghabisi siswa itu dengan 'parang'  yang ia bawa, kemudian ingin menyembunyikan mayatnya di semak-semak bahkan dengan tega memasukkan daun-daun kering dan batu kedalam mulutnya. Orang tuanya yang tidak mendapati anaknya pulang, menanyakan pada kedua temannya hingga mereka baru ingat jika ia masih ada di kebun pohon karet, setelah mereka kesana dan kemudian menemukan anaknya yang sudah tidak bernyawa lagi, dengan segera mereka memanggil kepolisian dan akhirnya pelakunya tertangkap. Itu memberikan kami semua pelajaran bahwa sesuatu yang tidak baik dan menganggu orang lain, akan membawa masalah tidak terduga. Sejak hari itu semua murid pulang dengan hati-hati tanpa menganggu dan membuat orang lain risih. Ada menarik juga saat aku masih kelas 6, seorang siswi kelas 2 menemukan amplop yang berisi uang sebanyak 1jt ketika pergi sekolah, uang itu diketahui oleh guru saat  kelas sedang merazia kelas 2. Kemudian uang tersebut ditahan guru selama satu minggu jika ada yang mencarinya dan jika sudah lewat waktunya maka uang itu akan diberikan pada anak yang menemukannya. Tentu, itu membuat seluruh kelas heboh dengan jumlah uang yang tidak sedikit itu bahkan teman-teman ku berandai-andai jika punya uang sebanyak itu bisa untuk membeli apa saja yang diinginkan.

Ada juga kejadian yang terjadi masih di SD kami, yaitu siswi kelas 4 yang tertimpa truk akibat kecelakaan tumbuhan truk. Siswi itu adalah siswi yang berprestasi dengan peringkat pertama dikelas, akibat tertimpa truk ia harus dirawat di rumah sakit selama 1 bulan.

Hal menarik yang terjadi untuk ku adalah ketika murid biasa yang tidak pernah menyentuh peringkat 10 besar dan terakhir seperti saya, justru dikelas VI berhasil mendapatkan peringkat 6 sungguh hal yang tidak disangka. Disaat mulai mendekati bulan puasa, pengajian saya mengikuti karnaval menyambut bulan puasa dengan pengajian-pengajian dari daerah lain. Awalnya kami semua berkumpul di PrabuJaya dan membentuk barisan kami berjalan beriringan dari PrabuJaya dan finish di masjid Agung (Prabumulih), itu adalah yang pertama kalinya aku mengikuti kegiatan selain sekolah dan mengaji. Saat sudah semester genap kami harus belajar lebih giat lagi agar bisa lulus, dan menentukan mau masuk ke SMP mana. Paman sudah menyuruhku untuk masuk SMP 3 yang berada persis didepan dan SMA baru di Palembang. Namun saya lebih memilih untuk sekolah di Palembang, alasannya karena setiap tahun Prabumulih mengadakan karnaval ulang tahun Prabumulih yang diikuti oleh seluruh siswa SMP maupun SMA. Dan aku tidak ingin mengikuti karnaval tersebut apalagi jika disuruh memakai baju seperti pengantin dan menari dihadapan banyak orang. Selain itu SMP 3 adalah salah satu SMP yang cukup terkenal di daerah dan pasti akan banyak murid dari SD lain sekolah disana, oleh karena itu siswa dari SDN 52 yang sekolah nya berada dibelakang sekolah ku dan hanya terpisahkan oleh lapangan besar, siswa itu juga masuk SMP 3 lebih dahulu karena lebih tua satu tahun dan aku menghindari itu. Karena bagaimanapun SD 51 dan 52 tidak bisa saling akur, terutama siswa laki-laki SD 52 yang selalu menganggu sekolah 51.

Selesai menerima raport kelulusan, lagi-lagi berhasil mempertahankan posisi di peringkat 6. Pada hari akan kembali ke Palembang itu bertepatan dengan hari bagi raport di pengajian, jadi sebelum mudik ke Palembang aku mampir dulu untuk mengambil raport. Setelah selesai membagikan raport, aku disuruh menunggu untuk raport 10 besar, dan hingga giliran saya menerima raport mendapati peringkat pertama. Sungguh disayangkan karena akhirnya harus kembali ke Palembang disaat mengalami peningkatan di pengajian, hingga akhirnya aku pamit termasuk pada paman dan bibi untuk pindah sekolah.

Selesai mengurusi syarat-syarat masuk sekolah, aku akhirnya masuk ke sekolah SMPN 42. Dan mendapati seorang teman bernama Nurul hingga pergantian semester, aku juga memiliki seorang teman dekat bernama Bella. Mereka berdua adalah teman dekatku saat itu, aku juga mengaji di Rumah Thafidz berhasil mendapatkan peringkat 5, kemudian peringkat kedua. Dan setelah kenaikan 8 aku kembali bersama dengan Nurul dan Bella berada dikelas lain, sejak saat itu juga aku libur dari pengajian. Disaat kenaikan kelas 9 Nurul dan Bella berada dikelas lain dan aku memiliki teman baru bernama Linda, Aiska, dan juga Mas Ayu S (teman sebangku). Saat bagi raport MID aku menduduki peringkat 9, begitu juga saat semester 1 berhasil mempertahankan peringkat, Linda dan Aiska juga berhasil naik di peringkat 8 dan 10. Namun ketika di kelulusan mereka berdua kembali turun dari peringkat 10 besar dan aku berhasil mempertahankan 10 besar di peringkat ke 7.


 
a picture of me with Linda (right)

Setelah itu Mas Ayu bersekolah di sekolah lain dan Linda&Aiska masuk sekolah Yayasan Pembina jurusan Administrasi perkantoran, dan aku masuk sekolah Yayasan Pembina jurusan Farmasi. Dulu aku sempat bercita-cita menjadi guru, namun kemudian aku berubah pikiran untuk membuka usaha sendiri juga menjadi penulis. Selama bersekolah di SMK Farmasi, impianku setelah tamat sekolah yaitu bekerja dan kuliah.




Terimakasih :)

Komentar